Cari Blog Ini

Rabu, 10 Februari 2016

10 Februari 2016



Belum pernah kami berpelukan seerat ini sebelumnya. Belum pernah abah memegang tanganku seerat hari ini, menciumnya kemudian menitikkan air mata. Mengharukan sekaligus menyakitkan untukku.
Aku sempat berfikir bahwa Abah telah mengalami masa tersulit dalam hidupnya. Antara menyerah dan bertahan. Aku tau ada kegetiran yang abah rasakan. Aku juga tau mengapa tanganku yang digenggamnya erat. Karena aku putri sulungnya. Karena aku yang akan menanggung keluargaku saat abah menyerah nanti. Dan abah takut aku tak akan mampu.

#BethaMedika_2Sep2015
Ditahun ini aku sudah memasuki tahap baru di kehidupanku.
Membuka mata dan menghembuskan nafas di usiaku yang ke (...)
Ucapan syukur kepada Sang Maha Kuasa karena aku telah diizinkan untuk berada di dunia-Nya ini selama genap (…) tahun.
Belum banyak yang bisa aku lakukan sepanjang usiaku ini.
Perjalanan panjang yang aku lalui hingga detik ini tak kunjung menghasilkan sesuatu yang bisa berguna untuk orang-orang yang aku sayangi.
Masa kecilku telah hilang, Begitupun dengan masa remajaku yang telah berlalu.
Dan kini aku akan segera memulai babak baru dalam meniti pencapaianku.
Cita-cita yang masih jauh menggantung, harapan dan angan-angan yang masih teramat sulit untuk aku gapai.
Usiaku bukan lagi belasan. Kedewasasan, Kemandirian, Ketegaran dan Kebijaksanaan dalam menyikapi setiap titik kehidupan ini harus bisa aku tumbuhkan.
Mencoba untuk selalu berpikir positif atas segala sesuatu yang terjadi pada perjalanan hidupku.
Pahit dan manisnya kenyataan hidup yang aku alami semoga selalu membuat diri ini belajar menghargai hidup.
Berharap untuk selalu lebih baik dan lebih baik lagi dalam melangkah menjalani hidup yang semakin dipenuhi oleh rintangan, ujian dan cobaan-Nya.
Hidup yang hanya sebentar ini membuatku harus bisa memaknai setiap detik demi detik usiaku.
Senyum dan tawa dalam kebahagian hingga cucuran air mata kesedihan yang mewarnai 20 tahun perjalanan hidupku adalah guratan-guratan tinta emas yang telah dituliskanNya dalam selembar kertas takdirku.
Kesetiaan, pengorbananan bahkan pengkhianatan dari orang-orang yang aku percayai cukuplah itu semua menjadi pelajaran yang teramat berharga dalam hidupku.
Sadar bahwa diri ini hanyalah makhluk yang lemah. Selalu terpuruk ketika kesukaran itu datang menghadang. Bahkan terkadang begitu sulit untuk bangkit melawan ketertinggalan.
Diri ini memang terlalu ringkih untuk bisa setegar karang yang dihantam oleh setiap derai ombak kehidupan.
Tapi aku akan selalu mencoba untuk bisa menutupi setiap luka dan air mata dengan senyuman termanis yang aku punya.
Agar hidupku terasa indah dan membuang jauh-jauh keluh kesah yang selalu membuat diri ini kufur akan nikmat-Nya.
Ditahun ini, aku ingin sekali berterima kasih atas ucapan dan doa-doa yang tulus dari orang-orang yang aku sayang.
Semoga di sisa usiaku ini aku bisa melakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi kalian.
Kado yang terbungkus oleh pita yang cantik atau potongan kue dengan hiasan lilin yang indah bukanlah suatu hal yang penting dalam menyambut lembaran baru dikehidupanku.
Bagiku panjatan doa-doa yang keluar dari hati yang tulus akan lebih menjadi penyemangat dalam menemani setiap langkahku kedepan.
Karena kesakralan dari sebuah doa akan lebih bertahan lama di bandingkan dengan isi kado semewah apapun atau kue-kue lezat yang hanya bisa kita nikmati sesaat.
Yakin bahwa diri ini begitu banyak berbuat salah ketika meniti perjalanan hidup ini.
Entah ada berapa banyak hati yang pernah terluka atas segala sikap dan perbuatan yang telah aku lakukan selama (…) tahun aku berjalan di muka bumi ini.
Dan ketika aku diberi kesempatan oleh-Nya untuk tetap bisa menjalani hidupku ini, semoga aku bisa menghapus setiap luka yang pernah aku torehkan tersebut. Dan berusaha untuk tidak menorehkannya lagi di hati hati yang lain.
Terima kasih kepada semua yang telah mengisi dan mewarnai perjalanan hidupku.
Kepada mama dan adikku yang tak pernah lelah memberikan cintanya untukku.
Entah bagaimana caranya untuk bisa membuat kalian bangga kepadaku. Maafkan aku yang belum maksimal menjaga kalian .
Kepada teman-temanku yang selalu membuatku tersenyum dan menjadi motivator handal dalam hidupku. Kalian adalah orang-orang terbaik yang pernah Allah pertemukan untukku.
Mungkin aku belum bisa menjadi teman yang kalian harapkan. Terlalu banyak kekurangan yang aku miliki hingga aku tak sanggup untuk menjadi seperti apa yang kalian inginkan.
kepada sosok HIU yang sllu memotivasi bagaimana menjadi pemimippin yang baik, tegas, lugas dan penuh loyalitas, walau kadang jadi nyeremin. Hehe.. terima kasih
sahabat dunia maya yang sellu memberikan sapaan, walau terkadang/ mungkin ada yang terabaikan, mohon maaf dan terima kasih
dan terakhir untuk sosok senja, yang sllu memberikan sapaan terhangat walaupun hanya selesat, terima kasih.
Semoga, senjamu selalu berpedar bersama jingganya.

Kalian semua adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan sepanjang sisa hidupku ini.
You’re the Best Thing in My Life.
I love You,all…  

Mohon Pamit :’)
20 – Tahun
Sampai Jumpa dan terima kasih

Kamis, 04 Februari 2016

R-I-N-D-U



Ini rindu.
Tertuang dalam secangkir Cappuccino hangat dihadapanku.
Kepulan-kepulan asapnya menari-nari semenjak terhirup dan menstimulasikan kenangan akan semangat dari dirimu.
Demi waktu yang berputar dan menceritakan betapa kokohnya dirimu
Demi waktu yang berputar dan mengilusikan harapan dan pemikiran di masa depan, bersamamu. Maka aku yakin, ini rindu.

Seperti biasa aku dengan kesibukan setelah selesai dengan kesibukanku yang sebelumnya.
Atau mungkin lebih tepatnya ku sebut ini ritualku.
Secangkir Cappuccino hangat, sejumlah imajinasi, dan sekian waktu suasana senja.

Aku mencari ketenangan dan nafas sesaat untuk sekedar menikmati dan memanjakan duniaku. Beruntungnya ritualku ini tertuju kepada satu objek yang pasti dengan ditambah bumbu yang bernama rindu, kamu.
Lalu sekejap aku ikuti permainan sang waktu dan imajinasiku dalam ritualku kali ini.
Yaitu, Merindukanmu

Terdengar alunan musik yang menghentak perlahan.
Nada-nada dan irama yang beresonansi membentuk sebuah dimensi baru dalam khayalku. Melangkah arungi alam bawah sadarku.
Semua itu bercampur dengan keindahan layaknya fatamorgana.
Dan semua itu, sekali lagi, bermuara dan tertuju kepadamu, satu. Tanpa spasi, hanya saja kini berupa imaji.

Waktu telah menunjukkan pukul enam lewat lima belas menit sore. Malam telah tiba. Cappuccino pun telah habis. Ritualku telah berakhir. Aku kembali kedunia nyata, menyimpan kembali imajinasi dan alam bawah sadarku untuk ritual-ritualku selanjutnya.
Lalu aku tangkap cahaya dari kedua bola matanya.
Untuk kusimpan dalam tabungan rindu dan penerang dikala mimpi menguapkan bunga tidurku dalam lelapku nanti malam.

Sukabumi, 4 Februari 2016
Selamat malam,  

Minggu, 31 Januari 2016

-_-

Alhamdulillah.. Allah mengahadirkan orang - orang yang menguji untuk meningkatkan lagi kuwalitas tingkat kedewasaan..
Dimana, ada orang yang trus memotivasi dgn cara yang tak biasa.
Dimana, ada orang yang mengamati dan dengan mudah memberikan komentar tanpa memberikan solusi.
Dimana, ada orang yang keliatan nyaa cuek tapi, berfikir keras untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.
Dimana, ada orang yang menemani perjuangan kita dari titik nol.
Dimana, ada orang yang kebingungan apa yang harus ia kerjakan disaat orang lain pontang panting, itu pertanda minim nyaa sosialisasi.
Dimana, ada orang yang enggan terjun kelapangan, tapi dia tetap mendo'a kan untuk ke suksesan.
Dimana, ada orang yang hanya datang sejenak, namun menyuktik semangat untuk setiap orang.
Dan disana ada Allah, yang mengahdirkan semuanya : keindahan sebuah ukhuwah, dakwah dan cinta

Terima kasih atas pelajaran, hikmah, dan nikmat yang luar biasa nyaaa..
Do'a kan :
semoga, lebih bijak agar diri ini kuat untuk berpijak.
Semoga hati ini lebih kuat agar trus semangat.
Sampai jumpa dan terima kasih

Kamis, 21 Mei 2015

I wanna play with shadows)

Aku memandang senja dari balik jendela kamar. Langit berwarna keemasan, bersenyawa dengan ratusan warna yang membias muncrat memenuhi mega. Senja kali ini muram,seperti kemarin dan kemarinnya lagi. Aku tidak galau. Tidak juga rindu. Terlebih lagi gerimis. Entah kenapa akhir-akhir ini aku hanya ingin menulis tentang banyak hal yang berbeda, berserak, untuk kemudian menyatukannya meski aku sendiri tak mengerti. Rasanya melayang. Seperti kupu-kupu bersayap elok yang terbang melintasi beranda, ranting pepohonan, bubungan rumah, hingga menuju angkasa. Bebas. Tanpa sedikitpun cemas. Seperti gerimis yang mampu membawa pelangi di senja hari, aku ingin sekuat itu.


Hidup ini mungkin seperti lembaran novel. Ada bagian yang ingin kucatat ulang untuk kemudian kuhapalkan baris demi barisnya. Adapula bagian yang tak ingin kusentuh sama sekali. Tiap-tiap bagian adalah sebuah karya. Tentunya bukan mahakarya yang tak pernah ingin kau selesaikan bukan? Aku ingin mengukir jalanku. Ada banyak hal yang menunggu untuk kau renungi, kau hadapi, juga kau raba kembali. Membaca ulang tentang Dinda, Atra, ataupun sang inspirator yang takkan pernah kutemui lagi di kemudian hari. Begitu pula dengan kisahmu hari ini. Hargailah sang waktu, dan cintailah apa yang ada di hadapanmu meski kau tak ingin. 
 
“Karena kamu suka hujan, menjadilah seperti ia.”
 
Pernahkah kau menulis tanpa rasa? Maka beginilah (mungkin) yang saya maksud...hambar..tanpa saya pun mengerti apa yang saya tulis.. -____- *penat*

Selasa, 31 Maret 2015

Antara Daun Itu yang Terjatuh dan Cintaku yang Tumbuh ^^)

Perhatikanlah hikmah daun! 


Yg Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat. 
Ada yang besar-besar, panjang, dan lebar. 
Ada yang kecil-kecil, terselip di antara yang besar-besar tersebut, tersusun dengan rapi dan menakjubkan. 
Kalau yang membuatnya manusia, maka satu daun saja tidak akan selesai selama satu tahun penuh. 
Tentu mereka memerlukan alat-alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya. 
Tapi Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Mahatahu, dalam beberapa hari saja menebarkan daun-daun yang memenuhi bumi, dataran rendah dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu. 
Yang berlaku hanya kehendak-Nya yang pasti terlaksana dalam segala hal dan kekuasaan-Nya yang tak terhalangi. 

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah’ Maka jadilah sesuatu itu!” (QS Yasin, 36:82) 

dan firman-Nya dalam Surah Gafir, 40:68, “Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan suatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka Jadilah sesuatu itu.”

     Sekarang perhatikan hikmah serat-serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan kesana sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat-urat yang tersebar di badan dan menghantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat-serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. Ia berfungsi seperti otot dan urat bagi badan hewan. Kemudian, perhatikanlah hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahatahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup, dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak, tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada disana sebagai pelindung dahan dari panas matahari hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan-dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baru baju yang lebih indah.Mahabesar Allah SWT yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun-daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan-Nya.

    Selain itu, kalau saja manusia menyaksikan demikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah-buahan dan dahan-dahan, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia-sia. Allah SWT berfirman, “dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).” (QS Ar-rahman, 55:6). 
Semuanya bersujud dan bertasbih kepada Allah SWT. 
Sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Isra, 17:44, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbiih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun . (Ditulis ulang dari karya Ibnu’l Qayyim al-Jauziyyah)


Dan tidak ada cinta yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya.
dan tidak ada yang jatuh cinta kecuali sepengetahuan-Nya.
Hanya saja,
menaruh secercah harapan pada makhluk adalah kehinaan,
menyandarkan sejumput mimpi pada makhluk adalah kenistaan.
Semoga jiwa dipalingkan hanya tuk mencintai-Nya,
hingga diperkenankan menyempurnakannya berdua bersama dia yang mencintai-Nya pula.
Bersabarlah, jika memang murni cinta di hatimu, tentu ia juga akan bersemi di hati yang lainnya,
karena cinta membutuhkan dua hati tuk menyempurnakan keindahannya.
Maa fi qalbi ghairullah…

Salam HijrahCinta | AkhwatLemon www.santrigaul.com
Nasehat untukmu, untukku dan untuk kita semua
Moga bermanfaat ^_^

I-D-O-L-A

Sebelum baca lebih dalam se-dalam” nya, yu’ kita Muhasabah dulu, biar tulisan ini gk mubadzir nantinya. Hihi..

"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."
(QS. Al Qalam ayat 8) #silahkandicek

Gmn?? Udah muhasabah nya???
sekarng jawab pertanyaan dengan jujur yaaa guys..

Ayooo?? Siapa yg kemarin ujan”nan di sana??
siapa yg kemrin nangis ke bokap sama nyokap buat beli tikett??
siap yg kemrin dianterin nyokap kesna dan sekrang nyokap terbaring di RS gara” keujanan??
hadeuuuuhh.. -_-“ Akhir jaman kah ini??

Okeh deh.. semoga kejadian itu gk tertimpa pada kita, khususnya penulis, umum nya para pembaca yaaa… #Aamiin..
Jadi gini.. ana punya cerita ni..

Ada seorang lelaki, rambutnya gondrong, kuping telinganya ditempeli anting-anting, jari telunjuk dan jari tengahnya tangan kanannya menjepit sebatang rokok, dan gaya jalannya dibuat sedemikian rupa. Ketika ditanya "siapa sih tokoh idolamu?". Dia menjawab, "Penyanyi metal meen!!". #Pantas!!

Adalagi seorang perempuan, rambutnya sangat pendek sehingga kuduknya terlihat. Memakai pakaian yang serba mini dan cukup 'kekecilan' alias ketat dan berlanggak-lenggok jalannya. "Tokoh favorit saya Tony Braxton." katanya.




Melihat kenyataan di atas kita bisa berkonklusi bahwa, betapa seorang tokoh idola itu bisa mewarnai life style seseorang yang mengidolakannya.
Cukup pelik memang, Permasalahan ini, apabila ditilik dari terminologi Qur'ani, bukanlah masalah yang sepele. Apalagi kalau sudah mengintervensi 'aqidah dan akhlaq. Makna dari tokoh idola itu sendiri adalah seseorang yang dikagumi “from the bottom of the heart” #wihmantapgktuuuhh??
Sehingga cenderung untuk diteladani atau ditiru segala tingkahnya. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Seseorang bisa menjadi idola bila memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang non statis, seperti wajah tampan, kepribadian yang menarik, kemampuan yang luar biasa, kepandaian, dan lain-lainnya. Pokoknya yang mengundang kekaguman kita.

Lalu, mengapakah manusia itu, khususnya pemuda, cenderung untuk memiliki rasa kagum terhadap seseorang sehingga pola kehidupannya diwarnai oleh pola tingkah sang idola? Jawabnya: karena Allah menciptakan manusia itu dengan sederetan kekurangan-kekurangan. Dan untuk menutupi kekurangan tersebut manusia akan berusaha mencari manusia lain yang memiliki kelebihan yang tidak dimilikinya untuk kemudian mencontoh ataupun mempelajari

kelebihan itu guna diterapkan dalam menutupi kekurangan-kekurangannya, sehingga ia merasa lengkap dan puas. Itulah sifat dasar setiap manusia (fitrah).
Namun, amat disayangkan, banyak manusia yang salah langkah dalam menyalurkan fitrahnya itu. Ada sebagian manusia yang merasa 'kekurangan' apabila dirinya belum ada 'kejelekan', misalnya seseorang yang mengidolakan penyanyi metal, maka orang ini akan merasa belum lengkap bila lengannya belum ditatoo dan kupingnya belum diberi anting-anting #hiks sebagaimana sang idola.
Dan ada pula manusia yang kurang apabila dirinya belum ada aqidah yang mantap, akhlak yang karimah, dan ibadah yang benar, dan dialah manusia yang cerdas. #ITU!

Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sembarangan dalam meneladani seseorang tokoh yang diidolakan bisa berakibat fatal. Setidak-tidaknya ada tiga kemudhorotannya, yaitu:

1. Lunturnya aqidah
2. Hancurnya moral dan akhlaq
3. Pelan tapi pasti, keislaman kita bisa musnah #Naudzubillah

Cukup mengerikan dan memang bukan mengada-ada. Bayangkan, seorang pemuda Islam menjadi enggan mengaji hanya karena tokoh idolanya itu bukanlah seorang muslim sejati. Seorang muslimah enggan menutup auratnya hanya karena sang idolanya itu seorang pengumbar aurat alias suka memamerkan auratnya.
Fenomena ini bukan isapan jempol semata, tapi memang nyata berdasarkan statistika. Ada fakta dan data.
Sudah sedemikian parahkah? Sampai-sampai kita gadaikan keislaman kita? Sampai-sampai harga diri ummat Islam hancur? #Astagfirullah

Alhamdulillah, agama yang kita yakini dan kita amalkan ini (Islam), dalam substansinya sebagai diin yang syamil dan kamil, telah memberikan solusinya yang paten dalam menghadapi masalah ini. Menurut pandangan Islam, tokoh idola wajib memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

1. Dia adalah manusia pilihan Allah
Kriteria ini adalah kriteria yang paling fundamental. Manusia pilihan Allah adalah manusia yang dicintai, dikasihi, dirahmati, dan diridhoi olehNya dan sebaliknya manusia itu juga mencintai Allah dengan sepenuh hati melebihi kecintaan terhadap dirinya, keluarga, dunia dan isinya. Manusia ini adalah manusia yang sangat bermanfaat bagi lingkungannya. Sekarang, pantaskah kita mengidolakan orang-orang yang dikutuk dan dilaknat, macam orang-orang kafir?
Ingatlah, "Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintai di hari kiamat nanti.". Bila kita mencintai orang yang beriman, kita akan bersama mereka di hari kiamat nanti. Ingatlah, "Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum itu.".

2. Memiliki kepribadian dan kemampuan yang Qur-ani
Kepribadian dan kemampuan merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi tokoh idola. Kepribadian manusia itu bermacam-macam, begitu pula dengan kemampuan. Ada yang mampu berusaha tetapi tidak mampu bertawakkal, ada yang mampu mendapatkan tapi tidak mampu bersyukur dan ada pula yang mampu mencintai dan mentaati Allah. Kemampuan dan kepribadian yang pantas diidolakan hanyalah yang baik saja dan setiap yang baik itu harus dicocokkan, apakah selaras atau tidak dengan Al Qur-an #ITU!

3. Dikagumi dan dikenang sepanjang zaman
Biasanya seorang tokoh idola tenar, lambat laun akan hilang ketenaran setelah beberapa tahun atau dia wafat. Sesudah itu muncul yang lainnya. Tapi dalam Islam, seorang tokoh idola yang pantas diteladani, dikagumi, dan dikenang hingga tibanya hari kiamat Ternyata hanya ada satu orang, the one and the only, Nabi Muhammad SAW.
Apakah beliau manusia pilihan Allah? Ya dan sangat jelas sekali bahwa beliau adalah kekasih Allah. Apakah beliau memiliki kepribadian dan kemampuan yang Qur-ani? Ya. Beliau adalah ibarat Al Qur-an yang berjalan. Beliau dikagumi oleh kawan atau lawan sepanjang sejarah. Lihatlah bagaimana Michael Hart memujinya dalam buku "100 Tokoh".


Sekarang marilah kita semua mulai mengidolakan, mencintai, dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang mengidolakan beliau bisa dideteksi dari tingkah lakunya yang senantiasa mencontoh Nabi Muhammad.
Marilah kita meneladani Rasulullah dalam segala hal seperti kecintaan dan ketaatannya dalam menjalankan ajaran-ajaran Allah, keberanian dan keteguhannya dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, kepandaiannya, pemikirannya, dan lain-lain.
Semoga Allah memberkahi dan merahmati Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga, para sahabat, dan para umatnya yang setia hingga akhir zaman #Aamiin.. J



Nasihat Untukmu, Untukku, Untuk kita Semua
#HijrahCinta_Lemon 
www.santrigaul.com

Senin, 30 Maret 2015

Resensi Film Soekarno

RESENSI FILM SOEKARNO
Febriani Annisa Sakral
1431611064

Description: Premiere Film Soekarno di JAFF 2013.JPG
Judul Film                                : Soekarno
Sutradara                                : Hanung Bramantyo  
Editing                                     : Cesa David Luckmansyah
Tahun pembuatan                    : Pertama 2013
Durasi                                     : 150 minutes

  Siapa tidak mengenal figur seorang Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus bapak proklamator kemerdekaan negara ini. Sesoknya sangat dikenal di tanah air bahkan seluruh dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden Republik Indonesia pertama, dan kepiawaiannya dalam kancah politik dunia internasional, menjadi spirit baru bagi negara-negara Asia-Afrika di masa lalu untuk merdeka.
Kawan maupun lawan dibuat segan oleh pandangan-pandangannya. Sederet pujian dan anugerah disematkan pada diri Sukarno ke dalam berbagai manifestasi. Kemerdekaan Indonesia kemudian menjadi inspirasi negara-negara di Asia-Afrika untuk membebaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme. Apalagi ketika Indonesia mengadakan Konferensi Asia-Afrika yang menegaskan posisinya sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok, Soekarno tampil sebagai tokoh besar dalam sejarah.
Kisahnya banyak dihubungkan dengan mitologis, padahal sebagai bagian sejarah seharusnya dilandasi fakta dan data. Film ini berupaya menampilkan sisi-sisi kehidupan bapak Proklamator dengan cara seobyektif mungkin.
  Film yang menceritakan semangat nasionalisme ini diawali dengan mengajak penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Hal ini semakin mengingatkan kita sebagai bagian dari jati diri bangsa yang menghargai dan mencintai bangsa Indonesia yang besar ini.
Film ini dibuat dengan urutan kronologis beralur maju. Hanya sedikit di bagian awal film yang sempat flash-back ke masa kecil Soekarno saat masih bernama Kusno, termasuk prosesi pergantian namanya menjadi Soekarno. Untuk kemudian alurnya terus maju hingga ke akhir film.
Cerita Soekarno dimulai ketika Soekarno (Ario Bayu) bersama dengan istrinya, Inggrit Ganarsih (Maudy Koesnaedi), dibuang oleh pihak Belanda ke Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dan ke Provinsi Bengkulu akibat pledoinya tentang kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan sebutan ‘Indonesia Menggugat’ dianggap mengancam keberadaan Belanda di Indonesia. Di Bengkulu, Soekarno istirahat sejenak dari keriuhan dunia politik dan menghabiskan waktunya dengan mengajar para pemuda di provinsi tersebut. Meskipun telah memiliki istri, Soekarno tidak dapat menghindarkan hatinya dari rasa suka terhadap salah satu muridnya, Fatmawati (Tika Bravani). Hal ini jelas kemudian menghasilkan kemelut dalam rumah tangga Soekarno dan istrinya. Di tengah kemelut tersebut, Jepang kemudian berhasil menggeser posisi Belanda dan menduduki tanah Indonesia. Oleh Jepang, Soekarno kemudian dibebaskan dari masa pembuangannya. Ia lantas memilih untuk kembali ke dunia politik dan secara perlahan menyusun rencana untuk mengejar kemerdekaan dari negara yang begitu dicintainya.
Di saat ‘galau’ dengan masalah rumah tangganya, terutama karena Inggit belum mampu memberikan anak, ekskalasi politik memanas. Perang Dunia II mencapai Asia dengan masuknya Jepang ke dalam kancah perang dengan membom pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii. Jepang memberikan istilah sendiri untuk Perang Dunia II di teater Pasifik sebagai “Perang Asia Timur Raya”. Kekuatan Jepang dengan cepat melumpuhkan satu demi satu negara di Asia, terutama di Asia Timur dan Tenggara. Indonesia yang waktu itu dikuasai Belanda ikut jatuh, menyusul kalahnya Amerika Serikat dan Inggris di Singapura dan Filipina.
  Pasukan Belanda pimpinan Letnan Kolonel Hoogeband yang berpangkalan di Bengkulu sempat akan memindahkan Soekarno ke Jawa untuk kemudian akan diungsikan ke Australia. Tapi terlambat karena Jepang keburu mendarat. Terjadi kekacauan, perampokan dan penjarahan terutama terhadap orang-orang Belanda dan keturunan Tionghoa. Beberapa petinggi tentara Belanda di sana kemudian dieksekusi oleh tentara Jepang. Soekarno sendiri digambarkan sempat menyelamatkan pedagang Tionghoa yang dirampok oleh tentara Jepang.
Berbeda dengan Belanda, Jepang bersikap baik kepada Soekarno. Ia dibawa kembali ke Jawa. Tujuan Jepang adalah memanfaatkan Soekarno untuk menarik hati rakyat agar mendukung program 3 A: Jepang Cahaya Asia, Jepang Sahabat Asia, Jepang Pelindung Asia. Ini adalah program propaganda perang negeri matahari terbit itu. Apalagi ia sempat diperbolehkan membentuk PETA (PEmbela Tanah Air) dan PUTERA (PUsat TEnaga Rakyat), serta mengibarkan bendera merah-putih dan menyanyikan Indonesia Raya di seluruh Jawa. Tapi, Soekarno sedih karena Jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja paksa romusha. Di film ini digambarkan bahwa foto Soekarno sedang menjadi ‘mandor’ memang sengaja dibuat Jepang sebagai alat propaganda.
  Walau begitu, Soekarno merasa bisa memanfaatkan situasi ini untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sutan Sjahrir keras menolak, untung ada Mohammad Hatta yang bijak menjadi penengah. Akhirnya disepakati dua jalan, Soekarno dan Hatta mencari peluang kooperasi dengan pemerintah Dai Nippon, sedangkan Sutan Sjahrir memimpin kelompok pemuda berada di garis keras.
Di tengah situasi genting, Soekarno mengalami masalah rumah tangga. Ia ingin menikahi Fatmawati, tapi tidak mau menceraikan Inggit. Masalahnya, Inggit tidak mau dimadu dan Fatmawati sudah dilamar orang lain. Akhirnya, Inggit mengalah dan meminta diceraikan. Soekarno pun menikahi Fatmawati dan tak lama kemudian istrinya itu hamil. Soekarno pun tak lama kemudian digembirakan dengan lahirnya putra pertamanya, yang diberi nama Guntur Soekarnoputra.
  Tanpa diduga, Amerika Serikat yang gusar pada kekalahan di Pearl Harbour menggunakan jalan pintas yang kejam untuk mengakhiri perang: menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah kalah. Siaran radio luar negeri yang dilarang berhasil didengarkan oleh beberapa tokoh, terutama Sjahrir. Ia membujuk Soekarno dan Hatta agar mengabaikan janji kemerdekaan dari Jepang, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 Agustus 1945. Soekarno yang sempat diberikan penghargaan langsung oleh Kaisar Jepang Hirohito –yang bahkan rela turun dari singgasana untuk menyalami Soekarno, suatu hal yang amat sangat langka karena ia dianggap dewa di negerinya- masih mempercayai Jepang.
  Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh ‘tua’ masih mempertimbangkan beberapa hal, kelompok pemuda bergerak. Mereka menculik Soekarno, Hatta dan Fatmawati ke Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945. Sjahrir terkejut dan marah. Meski berbeda pendapat dengan Soekarno-Hatta, ia menyatakan kedua tokoh itu sangat penting bagi pergerakan kemerdekaan. “Dua-tiga Sjahrir pun tak akan bisa menggantikan Soekarno!” katanya. Ia pun mendesak para pemuda untuk mengembalikan keduanya ke Jakarta.
  Sesampai di Jakarta, Laksamana Tadashi Maeda melaksanakan janji samurainya setelah dalam pertemuan sebelumnya sempat disindir Hatta. Ia meminjamkan rumahnya sebagai tempat merumuskan naskah proklamasi. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan sudah dikumpulkan sebelumnya dan menyambut Soekarno-Hatta saat tiba di rumah Maeda. Akhirnya, diputuskan tiga orang untuk menyusun naskah proklamasi: Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo
  Ketika naskah itu selesai ditulis tangan, Sayuti Melik ditugaskan mengetiknya. Suasana tegang terasa, terutama karena kuatir tentara Jepang akan ikut campur. Tapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman. Esok paginya, Hatta pulang dulu untuk sahur, mandi dan berganti pakaian. Dalam film tidak digambarkan, tapi saat itu bulan Ramadhan. Soekarno yang kelelahan demam. Ia diperiksa dr. Soeharto. Tapi saat Bodancho PETA Latief Hendraningrat melapor semua sudah siap, Soekarno menolak membacakan proklamasi tanpa Hatta. Ketika akhirnya Hatta datang, acara pun dimulai dengan sambutan singkat dari Soekarno yang dilanjutkan pembacaan naskah proklamasi dan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya. Beberapa malam sebelumnya, Fatmawati yang sedang mengandung menjahit sendiri dengan tangan bendera pusaka itu. Bendera nasional pertama yang dikibarkan di era Indonesia merdeka.

  Kemerdekaan Indonesia disambut, peran Soekarno terus berlanjut. Dan bangsa ini terus memantapkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Soekarno akan selamanya dikenang sebagai Bapak Bangsa yang telah membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya.

#SemogaBermanfaat