Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Salam Hijrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salam Hijrah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2015

Antara Daun Itu yang Terjatuh dan Cintaku yang Tumbuh ^^)

Perhatikanlah hikmah daun! 


Yg Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat. 
Ada yang besar-besar, panjang, dan lebar. 
Ada yang kecil-kecil, terselip di antara yang besar-besar tersebut, tersusun dengan rapi dan menakjubkan. 
Kalau yang membuatnya manusia, maka satu daun saja tidak akan selesai selama satu tahun penuh. 
Tentu mereka memerlukan alat-alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya. 
Tapi Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Mahatahu, dalam beberapa hari saja menebarkan daun-daun yang memenuhi bumi, dataran rendah dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu. 
Yang berlaku hanya kehendak-Nya yang pasti terlaksana dalam segala hal dan kekuasaan-Nya yang tak terhalangi. 

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah’ Maka jadilah sesuatu itu!” (QS Yasin, 36:82) 

dan firman-Nya dalam Surah Gafir, 40:68, “Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan suatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka Jadilah sesuatu itu.”

     Sekarang perhatikan hikmah serat-serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan kesana sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat-urat yang tersebar di badan dan menghantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat-serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. Ia berfungsi seperti otot dan urat bagi badan hewan. Kemudian, perhatikanlah hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahatahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup, dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak, tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada disana sebagai pelindung dahan dari panas matahari hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan-dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baru baju yang lebih indah.Mahabesar Allah SWT yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun-daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan-Nya.

    Selain itu, kalau saja manusia menyaksikan demikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah-buahan dan dahan-dahan, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia-sia. Allah SWT berfirman, “dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).” (QS Ar-rahman, 55:6). 
Semuanya bersujud dan bertasbih kepada Allah SWT. 
Sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Isra, 17:44, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbiih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun . (Ditulis ulang dari karya Ibnu’l Qayyim al-Jauziyyah)


Dan tidak ada cinta yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya.
dan tidak ada yang jatuh cinta kecuali sepengetahuan-Nya.
Hanya saja,
menaruh secercah harapan pada makhluk adalah kehinaan,
menyandarkan sejumput mimpi pada makhluk adalah kenistaan.
Semoga jiwa dipalingkan hanya tuk mencintai-Nya,
hingga diperkenankan menyempurnakannya berdua bersama dia yang mencintai-Nya pula.
Bersabarlah, jika memang murni cinta di hatimu, tentu ia juga akan bersemi di hati yang lainnya,
karena cinta membutuhkan dua hati tuk menyempurnakan keindahannya.
Maa fi qalbi ghairullah…

Salam HijrahCinta | AkhwatLemon www.santrigaul.com
Nasehat untukmu, untukku dan untuk kita semua
Moga bermanfaat ^_^

I-D-O-L-A

Sebelum baca lebih dalam se-dalam” nya, yu’ kita Muhasabah dulu, biar tulisan ini gk mubadzir nantinya. Hihi..

"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."
(QS. Al Qalam ayat 8) #silahkandicek

Gmn?? Udah muhasabah nya???
sekarng jawab pertanyaan dengan jujur yaaa guys..

Ayooo?? Siapa yg kemarin ujan”nan di sana??
siapa yg kemrin nangis ke bokap sama nyokap buat beli tikett??
siap yg kemrin dianterin nyokap kesna dan sekrang nyokap terbaring di RS gara” keujanan??
hadeuuuuhh.. -_-“ Akhir jaman kah ini??

Okeh deh.. semoga kejadian itu gk tertimpa pada kita, khususnya penulis, umum nya para pembaca yaaa… #Aamiin..
Jadi gini.. ana punya cerita ni..

Ada seorang lelaki, rambutnya gondrong, kuping telinganya ditempeli anting-anting, jari telunjuk dan jari tengahnya tangan kanannya menjepit sebatang rokok, dan gaya jalannya dibuat sedemikian rupa. Ketika ditanya "siapa sih tokoh idolamu?". Dia menjawab, "Penyanyi metal meen!!". #Pantas!!

Adalagi seorang perempuan, rambutnya sangat pendek sehingga kuduknya terlihat. Memakai pakaian yang serba mini dan cukup 'kekecilan' alias ketat dan berlanggak-lenggok jalannya. "Tokoh favorit saya Tony Braxton." katanya.




Melihat kenyataan di atas kita bisa berkonklusi bahwa, betapa seorang tokoh idola itu bisa mewarnai life style seseorang yang mengidolakannya.
Cukup pelik memang, Permasalahan ini, apabila ditilik dari terminologi Qur'ani, bukanlah masalah yang sepele. Apalagi kalau sudah mengintervensi 'aqidah dan akhlaq. Makna dari tokoh idola itu sendiri adalah seseorang yang dikagumi “from the bottom of the heart” #wihmantapgktuuuhh??
Sehingga cenderung untuk diteladani atau ditiru segala tingkahnya. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Seseorang bisa menjadi idola bila memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang non statis, seperti wajah tampan, kepribadian yang menarik, kemampuan yang luar biasa, kepandaian, dan lain-lainnya. Pokoknya yang mengundang kekaguman kita.

Lalu, mengapakah manusia itu, khususnya pemuda, cenderung untuk memiliki rasa kagum terhadap seseorang sehingga pola kehidupannya diwarnai oleh pola tingkah sang idola? Jawabnya: karena Allah menciptakan manusia itu dengan sederetan kekurangan-kekurangan. Dan untuk menutupi kekurangan tersebut manusia akan berusaha mencari manusia lain yang memiliki kelebihan yang tidak dimilikinya untuk kemudian mencontoh ataupun mempelajari

kelebihan itu guna diterapkan dalam menutupi kekurangan-kekurangannya, sehingga ia merasa lengkap dan puas. Itulah sifat dasar setiap manusia (fitrah).
Namun, amat disayangkan, banyak manusia yang salah langkah dalam menyalurkan fitrahnya itu. Ada sebagian manusia yang merasa 'kekurangan' apabila dirinya belum ada 'kejelekan', misalnya seseorang yang mengidolakan penyanyi metal, maka orang ini akan merasa belum lengkap bila lengannya belum ditatoo dan kupingnya belum diberi anting-anting #hiks sebagaimana sang idola.
Dan ada pula manusia yang kurang apabila dirinya belum ada aqidah yang mantap, akhlak yang karimah, dan ibadah yang benar, dan dialah manusia yang cerdas. #ITU!

Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sembarangan dalam meneladani seseorang tokoh yang diidolakan bisa berakibat fatal. Setidak-tidaknya ada tiga kemudhorotannya, yaitu:

1. Lunturnya aqidah
2. Hancurnya moral dan akhlaq
3. Pelan tapi pasti, keislaman kita bisa musnah #Naudzubillah

Cukup mengerikan dan memang bukan mengada-ada. Bayangkan, seorang pemuda Islam menjadi enggan mengaji hanya karena tokoh idolanya itu bukanlah seorang muslim sejati. Seorang muslimah enggan menutup auratnya hanya karena sang idolanya itu seorang pengumbar aurat alias suka memamerkan auratnya.
Fenomena ini bukan isapan jempol semata, tapi memang nyata berdasarkan statistika. Ada fakta dan data.
Sudah sedemikian parahkah? Sampai-sampai kita gadaikan keislaman kita? Sampai-sampai harga diri ummat Islam hancur? #Astagfirullah

Alhamdulillah, agama yang kita yakini dan kita amalkan ini (Islam), dalam substansinya sebagai diin yang syamil dan kamil, telah memberikan solusinya yang paten dalam menghadapi masalah ini. Menurut pandangan Islam, tokoh idola wajib memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

1. Dia adalah manusia pilihan Allah
Kriteria ini adalah kriteria yang paling fundamental. Manusia pilihan Allah adalah manusia yang dicintai, dikasihi, dirahmati, dan diridhoi olehNya dan sebaliknya manusia itu juga mencintai Allah dengan sepenuh hati melebihi kecintaan terhadap dirinya, keluarga, dunia dan isinya. Manusia ini adalah manusia yang sangat bermanfaat bagi lingkungannya. Sekarang, pantaskah kita mengidolakan orang-orang yang dikutuk dan dilaknat, macam orang-orang kafir?
Ingatlah, "Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintai di hari kiamat nanti.". Bila kita mencintai orang yang beriman, kita akan bersama mereka di hari kiamat nanti. Ingatlah, "Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum itu.".

2. Memiliki kepribadian dan kemampuan yang Qur-ani
Kepribadian dan kemampuan merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi tokoh idola. Kepribadian manusia itu bermacam-macam, begitu pula dengan kemampuan. Ada yang mampu berusaha tetapi tidak mampu bertawakkal, ada yang mampu mendapatkan tapi tidak mampu bersyukur dan ada pula yang mampu mencintai dan mentaati Allah. Kemampuan dan kepribadian yang pantas diidolakan hanyalah yang baik saja dan setiap yang baik itu harus dicocokkan, apakah selaras atau tidak dengan Al Qur-an #ITU!

3. Dikagumi dan dikenang sepanjang zaman
Biasanya seorang tokoh idola tenar, lambat laun akan hilang ketenaran setelah beberapa tahun atau dia wafat. Sesudah itu muncul yang lainnya. Tapi dalam Islam, seorang tokoh idola yang pantas diteladani, dikagumi, dan dikenang hingga tibanya hari kiamat Ternyata hanya ada satu orang, the one and the only, Nabi Muhammad SAW.
Apakah beliau manusia pilihan Allah? Ya dan sangat jelas sekali bahwa beliau adalah kekasih Allah. Apakah beliau memiliki kepribadian dan kemampuan yang Qur-ani? Ya. Beliau adalah ibarat Al Qur-an yang berjalan. Beliau dikagumi oleh kawan atau lawan sepanjang sejarah. Lihatlah bagaimana Michael Hart memujinya dalam buku "100 Tokoh".


Sekarang marilah kita semua mulai mengidolakan, mencintai, dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang mengidolakan beliau bisa dideteksi dari tingkah lakunya yang senantiasa mencontoh Nabi Muhammad.
Marilah kita meneladani Rasulullah dalam segala hal seperti kecintaan dan ketaatannya dalam menjalankan ajaran-ajaran Allah, keberanian dan keteguhannya dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, kepandaiannya, pemikirannya, dan lain-lain.
Semoga Allah memberkahi dan merahmati Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga, para sahabat, dan para umatnya yang setia hingga akhir zaman #Aamiin.. J



Nasihat Untukmu, Untukku, Untuk kita Semua
#HijrahCinta_Lemon 
www.santrigaul.com

Selasa, 24 Maret 2015

Istikharah ^^)

Solat ini dilakukan untuk mendapatkan petunjuk, terutama bila seseorang dalam keraguan memutuskan mana yang terbaik diantara dua perkara yang diragukan.
Jika timbul keraguan dalam hati untuk memilih atau mengambil keputusan dalam sesuatu perkara.
contohnya: apakah aku harus menolak atau menerima? Keraguan makin terasa, keputusan tidak dapat dipastikan setelah melihat masing-masing ada kelebihan dan keburukannya.

Oleh yang demikian, hendaklah menyerahkan pada Yang Maha Kuasa untuk memilihnya. Sebelum seseorang mengambil keputusan ia dianjurkan solat istikharah dua rakaat.

Dengan mengharapkan agar ditunjukkan Allah untuk mendapatkan pilihan yang terbaik. Jika keraguan masih mempengaruhi fikiran untuk menentukan pilihan, ulangilah solat istikharah dan membaca doanya, walaupun pengulangan sampai 7 kali berturut-turut.
Selepas itu, bertawakkal kepada Allah, pilihlah salah satu daripadanya, ambillah yang mana arah ‘hati’ lebih cenderung setelah berdoa. Jangan menimbulkan lagi keraguan, yakinlah bahawa itu adalah pilihan terbaik dari yang Maha Kuasa.

Jangan merasa kecewa andai ternyata dalam keputusan yang dipilih menimbulkan keinginan yang tidak disukai. Ingatlah bahawa ini adalah yang telah digariskan pada azali yang tidak dapat dielakkan, besar kemungkinan mengandungi hikmah, membawa kebaikan dimasa akan datang, hendaklah tetap mempunyai husnuz-zan kepada Allah.

Tata Cara Shalat Istikharah
Tata cara solat istikharah lebih kurang sama dengan solat subuh, Hanya niatnya saja yang berlainan, yaitu berniat solat istikharah. dilaksanakan sebelum tidur ataupun setelah bangun tidur. Sangat baik dilakukan sesudah lewat tengah malam disaat sunyi, supaya hati lebih khusyuk dalam mengemukakan permohonan kepada Allah. Solat ini sangat peribadi sifatnya.hihi..
Sebab itu harus dikerjakan sendirian. Solat ini tidak memakai azan atau iqamah :)
1. Lafaz niat Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala
    Sengaja Aku sembahyang sunnat istikharah 2 rakat tunai kerana Allah Ta’ala
2. Rakaat pertama Baca surah Al-fatihah dan surah Al-kafirun
3. Rakaat kedua Baca surah Al-fatihah dan surah Al-ikhlas
Selepas salam, bacalah doa yang disarankan dalam istikharah.
Dalam berdoa sebaiknya menyebutkan permintaan yang ingin diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t. misalnya: “Ya Allah, jika hal ini….(sebutkan namanya)”

Doa istikharah

Setelah selesai solat, berdoa seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW



Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub.Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii, ‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya :)
“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuanMu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kudratMu, aku mengharapkan kurniaMu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hambaMu yang dhaif. Engkau Maha Tahu dan aku adalah hambaMu yang jahil. Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi.
Ya Allah, jika hal ini (***) dalam pengetahuanMu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.
Tetapi jika dalam ilmuMu hal ini (***) akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang ataupun pada masa akan datang, jauhkanlah ia daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya. Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas setiap sesuatu.”

SELAMAT SHALAT Istikharah kawan !

#HijrahCinta