Sebut saja cinta adalah perjalanan sekaligus pelajaran.
Perjalanan tempat kita saling menemukan, pelajaran tempat kita saling mendewasakan.
Setelah berulang kali jatuh cinta dan patah hati.
Setelah berulang kali kamu menemukan, kemudian akhirnya melepaskan.
Setelah berulang kali bersyukur atas sebuah pertemuan dan belajar atas perpisahan.
Setelah berulang kali menemukan rumah, namun kamu hanya dianggap sebagai tempat singgah.
Setelah kamu merasa dialah orang yang tepat, sampai kepadanyalah hatimu menutup pintu rapat-rapat.
Setelah segalanya yang terjadi, masihkah kamu percaya dengan cinta?
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 April 2016
Rabu, 10 Februari 2016
10 Februari 2016
Belum pernah kami berpelukan
seerat ini sebelumnya. Belum pernah abah memegang tanganku seerat hari ini,
menciumnya kemudian menitikkan air mata. Mengharukan sekaligus menyakitkan
untukku.
Aku
sempat berfikir bahwa Abah telah mengalami masa tersulit dalam hidupnya. Antara
menyerah dan bertahan. Aku tau ada kegetiran yang abah rasakan. Aku juga tau
mengapa tanganku yang digenggamnya erat. Karena aku putri sulungnya. Karena aku
yang akan menanggung keluargaku saat abah menyerah nanti. Dan abah takut aku
tak akan mampu.
#BethaMedika_2Sep2015
Ditahun ini aku sudah memasuki tahap baru di
kehidupanku.
Membuka
mata dan menghembuskan nafas di usiaku yang ke (...)
Ucapan
syukur kepada Sang Maha Kuasa karena aku telah diizinkan untuk berada di
dunia-Nya ini selama genap (…) tahun.
Belum
banyak yang bisa aku lakukan sepanjang usiaku ini.
Perjalanan
panjang yang aku lalui hingga detik ini tak kunjung menghasilkan sesuatu yang
bisa berguna untuk orang-orang yang aku sayangi.
Masa
kecilku telah hilang, Begitupun dengan masa remajaku yang telah berlalu.
Dan
kini aku akan segera memulai babak baru dalam meniti pencapaianku.
Cita-cita
yang masih jauh menggantung, harapan dan angan-angan yang masih teramat sulit
untuk aku gapai.
Usiaku
bukan lagi belasan. Kedewasasan, Kemandirian, Ketegaran dan Kebijaksanaan dalam
menyikapi setiap titik kehidupan ini harus bisa aku tumbuhkan.
Mencoba
untuk selalu berpikir positif atas segala sesuatu yang terjadi pada perjalanan
hidupku.
Pahit
dan manisnya kenyataan hidup yang aku alami semoga selalu membuat diri ini
belajar menghargai hidup.
Berharap
untuk selalu lebih baik dan lebih baik lagi dalam melangkah menjalani hidup
yang semakin dipenuhi oleh rintangan, ujian dan cobaan-Nya.
Hidup
yang hanya sebentar ini membuatku harus bisa memaknai setiap detik demi detik
usiaku.
Senyum
dan tawa dalam kebahagian hingga cucuran air mata kesedihan yang mewarnai 20
tahun perjalanan hidupku adalah guratan-guratan tinta emas yang telah
dituliskanNya dalam selembar kertas takdirku.
Kesetiaan,
pengorbananan bahkan pengkhianatan dari orang-orang yang aku percayai cukuplah
itu semua menjadi pelajaran yang teramat berharga dalam hidupku.
Sadar
bahwa diri ini hanyalah makhluk yang lemah. Selalu terpuruk ketika kesukaran
itu datang menghadang. Bahkan terkadang begitu sulit untuk bangkit melawan
ketertinggalan.
Diri
ini memang terlalu ringkih untuk bisa setegar karang yang dihantam oleh setiap
derai ombak kehidupan.
Tapi
aku akan selalu mencoba untuk bisa menutupi setiap luka dan air mata dengan
senyuman termanis yang aku punya.
Agar
hidupku terasa indah dan membuang jauh-jauh keluh kesah yang selalu membuat
diri ini kufur akan nikmat-Nya.
Ditahun
ini, aku ingin sekali berterima kasih atas ucapan dan doa-doa yang tulus dari
orang-orang yang aku sayang.
Semoga
di sisa usiaku ini aku bisa melakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi kalian.
Kado
yang terbungkus oleh pita yang cantik atau potongan kue dengan hiasan lilin
yang indah bukanlah suatu hal yang penting dalam menyambut lembaran baru
dikehidupanku.
Bagiku
panjatan doa-doa yang keluar dari hati yang tulus akan lebih menjadi
penyemangat dalam menemani setiap langkahku kedepan.
Karena
kesakralan dari sebuah doa akan lebih bertahan lama di bandingkan dengan isi
kado semewah apapun atau kue-kue lezat yang hanya bisa kita nikmati sesaat.
Yakin
bahwa diri ini begitu banyak berbuat salah ketika meniti perjalanan hidup ini.
Entah
ada berapa banyak hati yang pernah terluka atas segala sikap dan perbuatan yang
telah aku lakukan selama (…) tahun aku berjalan di muka bumi ini.
Dan
ketika aku diberi kesempatan oleh-Nya untuk tetap bisa menjalani hidupku ini,
semoga aku bisa menghapus setiap luka yang pernah aku torehkan tersebut. Dan
berusaha untuk tidak menorehkannya lagi di hati hati yang lain.
Terima
kasih kepada semua yang telah mengisi dan mewarnai perjalanan hidupku.
Kepada
mama dan adikku yang tak pernah lelah memberikan cintanya untukku.
Entah
bagaimana caranya untuk bisa membuat kalian bangga kepadaku. Maafkan aku yang
belum maksimal menjaga kalian .
Kepada
teman-temanku yang selalu membuatku tersenyum dan menjadi motivator handal
dalam hidupku. Kalian adalah orang-orang terbaik yang pernah Allah pertemukan
untukku.
Mungkin
aku belum bisa menjadi teman yang kalian harapkan. Terlalu banyak kekurangan
yang aku miliki hingga aku tak sanggup untuk menjadi seperti apa yang kalian
inginkan.
kepada
sosok HIU yang sllu memotivasi bagaimana menjadi pemimippin yang baik, tegas,
lugas dan penuh loyalitas, walau kadang jadi nyeremin. Hehe.. terima kasih
sahabat
dunia maya yang sellu memberikan sapaan, walau terkadang/ mungkin ada yang
terabaikan, mohon maaf dan terima kasih
dan
terakhir untuk sosok senja, yang sllu memberikan sapaan terhangat walaupun
hanya selesat, terima kasih.
Semoga,
senjamu selalu berpedar bersama jingganya.
Kalian
semua adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan sepanjang sisa hidupku ini.
You’re
the Best Thing in My Life.
I
love You,all…
Mohon
Pamit :’)
20
– Tahun
Sampai
Jumpa dan terima kasih
Kamis, 04 Februari 2016
R-I-N-D-U
Ini
rindu.
Tertuang
dalam secangkir Cappuccino hangat dihadapanku.
Kepulan-kepulan
asapnya menari-nari semenjak terhirup dan menstimulasikan kenangan akan
semangat dari dirimu.
Demi
waktu yang berputar dan menceritakan betapa kokohnya dirimu
Demi
waktu yang berputar dan mengilusikan harapan dan pemikiran di masa depan,
bersamamu. Maka aku yakin, ini rindu.
Seperti biasa aku dengan kesibukan setelah selesai dengan kesibukanku yang sebelumnya.
Seperti biasa aku dengan kesibukan setelah selesai dengan kesibukanku yang sebelumnya.
Atau
mungkin lebih tepatnya ku sebut ini ritualku.
Secangkir
Cappuccino hangat, sejumlah imajinasi, dan sekian waktu suasana senja.
Aku
mencari ketenangan dan nafas sesaat untuk sekedar menikmati dan memanjakan
duniaku. Beruntungnya ritualku ini tertuju kepada satu objek yang pasti dengan
ditambah bumbu yang bernama rindu, kamu.
Lalu
sekejap aku ikuti permainan sang waktu dan imajinasiku dalam ritualku kali ini.
Yaitu,
Merindukanmu
Terdengar
alunan musik yang menghentak perlahan.
Nada-nada
dan irama yang beresonansi membentuk sebuah dimensi baru dalam khayalku.
Melangkah arungi alam bawah sadarku.
Semua
itu bercampur dengan keindahan layaknya fatamorgana.
Dan
semua itu, sekali lagi, bermuara dan tertuju kepadamu, satu. Tanpa spasi, hanya
saja kini berupa imaji.
Waktu telah menunjukkan pukul enam lewat lima belas menit sore. Malam telah tiba. Cappuccino pun telah habis. Ritualku telah berakhir. Aku kembali kedunia nyata, menyimpan kembali imajinasi dan alam bawah sadarku untuk ritual-ritualku selanjutnya.
Waktu telah menunjukkan pukul enam lewat lima belas menit sore. Malam telah tiba. Cappuccino pun telah habis. Ritualku telah berakhir. Aku kembali kedunia nyata, menyimpan kembali imajinasi dan alam bawah sadarku untuk ritual-ritualku selanjutnya.
Lalu
aku tangkap cahaya dari kedua bola matanya.
Untuk
kusimpan dalam tabungan rindu dan penerang dikala mimpi menguapkan bunga
tidurku dalam lelapku nanti malam.
Sukabumi, 4 Februari 2016
Sukabumi, 4 Februari 2016
Selamat
malam,
Minggu, 31 Januari 2016
-_-
Alhamdulillah.. Allah mengahadirkan orang - orang yang menguji untuk meningkatkan lagi kuwalitas tingkat kedewasaan..
Dimana, ada orang yang trus memotivasi dgn cara yang tak biasa.
Dimana, ada orang yang mengamati dan dengan mudah memberikan komentar tanpa memberikan solusi.
Dimana, ada orang yang keliatan nyaa cuek tapi, berfikir keras untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.
Dimana, ada orang yang menemani perjuangan kita dari titik nol.
Dimana, ada orang yang kebingungan apa yang harus ia kerjakan disaat orang lain pontang panting, itu pertanda minim nyaa sosialisasi.
Dimana, ada orang yang enggan terjun kelapangan, tapi dia tetap mendo'a kan untuk ke suksesan.
Dimana, ada orang yang hanya datang sejenak, namun menyuktik semangat untuk setiap orang.
Dan disana ada Allah, yang mengahdirkan semuanya : keindahan sebuah ukhuwah, dakwah dan cinta
Dimana, ada orang yang trus memotivasi dgn cara yang tak biasa.
Dimana, ada orang yang mengamati dan dengan mudah memberikan komentar tanpa memberikan solusi.
Dimana, ada orang yang keliatan nyaa cuek tapi, berfikir keras untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.
Dimana, ada orang yang menemani perjuangan kita dari titik nol.
Dimana, ada orang yang kebingungan apa yang harus ia kerjakan disaat orang lain pontang panting, itu pertanda minim nyaa sosialisasi.
Dimana, ada orang yang enggan terjun kelapangan, tapi dia tetap mendo'a kan untuk ke suksesan.
Dimana, ada orang yang hanya datang sejenak, namun menyuktik semangat untuk setiap orang.
Dan disana ada Allah, yang mengahdirkan semuanya : keindahan sebuah ukhuwah, dakwah dan cinta
Terima kasih atas pelajaran, hikmah, dan nikmat yang luar biasa nyaaa..
Do'a kan :
semoga, lebih bijak agar diri ini kuat untuk berpijak.
Semoga hati ini lebih kuat agar trus semangat.
Sampai jumpa dan terima kasih
Do'a kan :
semoga, lebih bijak agar diri ini kuat untuk berpijak.
Semoga hati ini lebih kuat agar trus semangat.
Sampai jumpa dan terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)
