Aku memandang senja dari balik jendela kamar. Langit
berwarna keemasan, bersenyawa dengan ratusan warna yang membias muncrat
memenuhi mega. Senja kali ini muram,seperti kemarin dan kemarinnya lagi. Aku
tidak galau. Tidak juga rindu. Terlebih lagi gerimis. Entah kenapa akhir-akhir
ini aku hanya ingin menulis tentang banyak hal yang berbeda, berserak, untuk
kemudian menyatukannya meski aku sendiri tak mengerti. Rasanya melayang.
Seperti kupu-kupu bersayap elok yang terbang melintasi beranda, ranting
pepohonan, bubungan rumah, hingga menuju angkasa. Bebas. Tanpa sedikitpun
cemas. Seperti gerimis yang mampu membawa pelangi di senja hari, aku ingin
sekuat itu.
Hidup ini
mungkin seperti lembaran novel. Ada bagian yang ingin kucatat ulang untuk
kemudian kuhapalkan baris demi barisnya. Adapula bagian yang tak ingin kusentuh
sama sekali. Tiap-tiap bagian adalah sebuah karya. Tentunya bukan mahakarya
yang tak pernah ingin kau selesaikan bukan? Aku ingin mengukir jalanku. Ada banyak
hal yang menunggu untuk kau renungi, kau hadapi, juga kau raba kembali. Membaca
ulang tentang Dinda, Atra, ataupun sang inspirator yang takkan pernah kutemui
lagi di kemudian hari. Begitu pula dengan kisahmu hari ini. Hargailah sang
waktu, dan cintailah apa yang ada di hadapanmu meski kau tak ingin.
“Karena kamu suka hujan, menjadilah seperti ia.”
Pernahkah kau menulis tanpa rasa? Maka beginilah (mungkin)
yang saya maksud...hambar..tanpa saya pun mengerti apa yang saya tulis.. -____-
*penat*
Cari Blog Ini
Kamis, 21 Mei 2015
Selasa, 31 Maret 2015
Antara Daun Itu yang Terjatuh dan Cintaku yang Tumbuh ^^)
Yg Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat.
Ada yang besar-besar, panjang, dan lebar.
Ada yang kecil-kecil, terselip di antara yang besar-besar tersebut, tersusun dengan rapi dan menakjubkan.
Kalau yang membuatnya manusia, maka satu daun saja tidak akan selesai selama satu tahun penuh.
Tentu mereka memerlukan alat-alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya.
Tapi Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Mahatahu, dalam beberapa hari saja menebarkan daun-daun yang memenuhi bumi, dataran rendah dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu.
Yang berlaku hanya kehendak-Nya yang pasti terlaksana dalam segala hal dan kekuasaan-Nya yang tak terhalangi.
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah’ Maka jadilah sesuatu itu!” (QS Yasin, 36:82)
dan firman-Nya dalam Surah Gafir, 40:68, “Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan suatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka Jadilah sesuatu itu.”
Sekarang perhatikan hikmah serat-serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan kesana sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat-urat yang tersebar di badan dan menghantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat-serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. Ia berfungsi seperti otot dan urat bagi badan hewan. Kemudian, perhatikanlah hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahatahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup, dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak, tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada disana sebagai pelindung dahan dari panas matahari hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan-dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baru baju yang lebih indah.Mahabesar Allah SWT yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun-daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan-Nya.
Selain itu, kalau saja manusia menyaksikan demikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah-buahan dan dahan-dahan, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia-sia. Allah SWT berfirman, “dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).” (QS Ar-rahman, 55:6).
Semuanya bersujud dan bertasbih kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Isra, 17:44, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbiih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun . (Ditulis ulang dari karya Ibnu’l Qayyim al-Jauziyyah)
Dan tidak ada cinta yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya.
dan tidak ada yang jatuh cinta kecuali sepengetahuan-Nya.
Hanya saja,
menaruh secercah harapan pada makhluk adalah kehinaan,
menyandarkan sejumput mimpi pada makhluk adalah kenistaan.
Semoga jiwa dipalingkan hanya tuk mencintai-Nya,
hingga diperkenankan menyempurnakannya berdua bersama dia yang mencintai-Nya pula.
Bersabarlah, jika memang murni cinta di hatimu, tentu ia juga akan bersemi di hati yang lainnya,
karena cinta membutuhkan dua hati tuk menyempurnakan keindahannya.
Maa fi qalbi ghairullah…
Salam HijrahCinta | AkhwatLemon www.santrigaul.com
Nasehat untukmu, untukku dan untuk kita semua
Moga bermanfaat ^_^
I-D-O-L-A
Sebelum
baca lebih dalam se-dalam” nya, yu’ kita Muhasabah dulu, biar tulisan ini gk mubadzir
nantinya. Hihi..
"Maka
janganlah kamu mengikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."
(QS.
Al Qalam ayat 8) #silahkandicek
Gmn??
Udah muhasabah nya???
sekarng jawab pertanyaan dengan jujur yaaa guys..
sekarng jawab pertanyaan dengan jujur yaaa guys..
Ayooo??
Siapa yg kemarin ujan”nan di sana??
siapa yg kemrin nangis ke bokap sama nyokap buat beli tikett??
siap yg kemrin dianterin nyokap kesna dan sekrang nyokap terbaring di RS gara” keujanan??
hadeuuuuhh.. -_-“ Akhir jaman kah ini??
siapa yg kemrin nangis ke bokap sama nyokap buat beli tikett??
siap yg kemrin dianterin nyokap kesna dan sekrang nyokap terbaring di RS gara” keujanan??
hadeuuuuhh.. -_-“ Akhir jaman kah ini??
Okeh
deh.. semoga kejadian itu gk tertimpa pada kita, khususnya penulis, umum nya
para pembaca yaaa… #Aamiin..
Jadi
gini.. ana punya cerita ni..
Ada
seorang lelaki, rambutnya gondrong, kuping telinganya ditempeli anting-anting,
jari telunjuk dan jari tengahnya tangan kanannya menjepit sebatang rokok, dan
gaya jalannya dibuat sedemikian rupa. Ketika ditanya "siapa sih tokoh
idolamu?". Dia menjawab, "Penyanyi metal meen!!". #Pantas!!
Adalagi
seorang perempuan, rambutnya sangat pendek sehingga kuduknya terlihat. Memakai
pakaian yang serba mini dan cukup 'kekecilan' alias ketat dan berlanggak-lenggok
jalannya. "Tokoh favorit saya Tony Braxton." katanya.
Melihat
kenyataan di atas kita bisa berkonklusi bahwa, betapa seorang tokoh idola itu
bisa mewarnai life style seseorang yang mengidolakannya.
Cukup
pelik memang, Permasalahan ini, apabila ditilik dari terminologi Qur'ani,
bukanlah masalah yang sepele. Apalagi kalau sudah mengintervensi 'aqidah dan
akhlaq. Makna dari tokoh idola itu sendiri adalah seseorang yang dikagumi “from
the bottom of the heart” #wihmantapgktuuuhh??
Sehingga
cenderung untuk diteladani atau ditiru segala tingkahnya. Mulai dari ujung
rambut sampai ujung kaki. Seseorang bisa menjadi idola bila memenuhi
kriteria-kriteria tertentu yang non statis, seperti wajah tampan, kepribadian
yang menarik, kemampuan yang luar biasa, kepandaian, dan lain-lainnya. Pokoknya
yang mengundang kekaguman kita.
Lalu,
mengapakah manusia itu, khususnya pemuda, cenderung untuk memiliki rasa kagum
terhadap seseorang sehingga pola kehidupannya diwarnai oleh pola tingkah sang
idola? Jawabnya: karena Allah menciptakan manusia itu dengan sederetan
kekurangan-kekurangan. Dan untuk menutupi kekurangan tersebut manusia akan
berusaha mencari manusia lain yang memiliki kelebihan yang tidak dimilikinya
untuk kemudian mencontoh ataupun mempelajari
kelebihan
itu guna diterapkan dalam menutupi kekurangan-kekurangannya, sehingga ia merasa
lengkap dan puas. Itulah sifat dasar setiap manusia (fitrah).
Namun,
amat disayangkan, banyak manusia yang salah langkah dalam menyalurkan fitrahnya
itu. Ada sebagian manusia yang merasa 'kekurangan' apabila dirinya belum ada
'kejelekan', misalnya seseorang yang mengidolakan penyanyi metal, maka orang
ini akan merasa belum lengkap bila lengannya belum ditatoo dan kupingnya belum
diberi anting-anting #hiks sebagaimana sang idola.
Dan
ada pula manusia yang kurang apabila dirinya belum ada aqidah yang mantap,
akhlak yang karimah, dan ibadah yang benar, dan dialah manusia yang cerdas.
#ITU!
Dari
pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sembarangan dalam meneladani
seseorang tokoh yang diidolakan bisa berakibat fatal. Setidak-tidaknya ada tiga
kemudhorotannya, yaitu:
1.
Lunturnya aqidah
2.
Hancurnya moral dan akhlaq
3.
Pelan tapi pasti, keislaman kita bisa musnah #Naudzubillah
Cukup
mengerikan dan memang bukan mengada-ada. Bayangkan, seorang pemuda Islam
menjadi enggan mengaji hanya karena tokoh idolanya itu bukanlah seorang muslim
sejati. Seorang muslimah enggan menutup auratnya hanya karena sang idolanya itu
seorang pengumbar aurat alias suka memamerkan auratnya.
Fenomena
ini bukan isapan jempol semata, tapi memang nyata berdasarkan statistika. Ada
fakta dan data.
Sudah
sedemikian parahkah? Sampai-sampai kita gadaikan keislaman kita? Sampai-sampai
harga diri ummat Islam hancur? #Astagfirullah
Alhamdulillah,
agama yang kita yakini dan kita amalkan ini (Islam), dalam substansinya sebagai
diin yang syamil dan kamil, telah memberikan solusinya yang paten dalam
menghadapi masalah ini. Menurut pandangan Islam, tokoh idola wajib memenuhi
kriteria-kriteria sebagai berikut:
1.
Dia adalah manusia pilihan Allah
Kriteria
ini adalah kriteria yang paling fundamental. Manusia pilihan Allah adalah
manusia yang dicintai, dikasihi, dirahmati, dan diridhoi olehNya dan sebaliknya
manusia itu juga mencintai Allah dengan sepenuh hati melebihi kecintaan
terhadap dirinya, keluarga, dunia dan isinya. Manusia ini adalah manusia yang
sangat bermanfaat bagi lingkungannya. Sekarang, pantaskah kita mengidolakan
orang-orang yang dikutuk dan dilaknat, macam orang-orang kafir?
Ingatlah,
"Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintai di hari kiamat
nanti.". Bila kita mencintai orang yang beriman, kita akan bersama mereka
di hari kiamat nanti. Ingatlah, "Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum,
maka ia termasuk dari kaum itu.".
2.
Memiliki kepribadian dan kemampuan yang Qur-ani
Kepribadian
dan kemampuan merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi tokoh idola.
Kepribadian manusia itu bermacam-macam, begitu pula dengan kemampuan. Ada yang
mampu berusaha tetapi tidak mampu bertawakkal, ada yang mampu mendapatkan tapi
tidak mampu bersyukur dan ada pula yang mampu mencintai dan mentaati Allah.
Kemampuan dan kepribadian yang pantas diidolakan hanyalah yang baik saja dan
setiap yang baik itu harus dicocokkan, apakah selaras atau tidak dengan Al
Qur-an #ITU!
3.
Dikagumi dan dikenang sepanjang zaman
Biasanya
seorang tokoh idola tenar, lambat laun akan hilang ketenaran setelah beberapa
tahun atau dia wafat. Sesudah itu muncul yang lainnya. Tapi dalam Islam,
seorang tokoh idola yang pantas diteladani, dikagumi, dan dikenang hingga
tibanya hari kiamat Ternyata hanya ada satu orang, the one and the only, Nabi
Muhammad SAW.
Apakah
beliau manusia pilihan Allah? Ya dan sangat jelas sekali bahwa beliau adalah
kekasih Allah. Apakah beliau memiliki kepribadian dan kemampuan yang Qur-ani?
Ya. Beliau adalah ibarat Al Qur-an yang berjalan. Beliau dikagumi oleh kawan
atau lawan sepanjang sejarah. Lihatlah bagaimana Michael Hart memujinya dalam
buku "100 Tokoh".
Sekarang
marilah kita semua mulai mengidolakan, mencintai, dan meneladani Nabi Muhammad
SAW. Orang-orang yang mengidolakan beliau bisa dideteksi dari tingkah lakunya
yang senantiasa mencontoh Nabi Muhammad.
Marilah
kita meneladani Rasulullah dalam segala hal seperti kecintaan dan ketaatannya
dalam menjalankan ajaran-ajaran Allah, keberanian dan keteguhannya dalam
menghadapi berbagai cobaan hidup, kepandaiannya, pemikirannya, dan lain-lain.
Semoga
Allah memberkahi dan merahmati Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga, para
sahabat, dan para umatnya yang setia hingga akhir zaman #Aamiin.. J
Nasihat
Untukmu, Untukku, Untuk kita Semua
#HijrahCinta_Lemon www.santrigaul.com
#HijrahCinta_Lemon www.santrigaul.com
Senin, 30 Maret 2015
Resensi Film Soekarno
RESENSI FILM SOEKARNO
Febriani Annisa
Sakral
1431611064

Judul Film : Soekarno
Sutradara : Hanung Bramantyo
Editing : Cesa David Luckmansyah
Tahun pembuatan : Pertama 2013
Durasi : 150 minutes
Siapa tidak mengenal figur seorang
Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus bapak
proklamator kemerdekaan negara ini. Sesoknya sangat dikenal di tanah air bahkan
seluruh dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden Republik Indonesia
pertama, dan kepiawaiannya dalam kancah politik dunia internasional, menjadi
spirit baru bagi negara-negara Asia-Afrika di masa lalu untuk merdeka.
Kawan maupun lawan dibuat segan
oleh pandangan-pandangannya. Sederet pujian dan anugerah disematkan pada diri
Sukarno ke dalam berbagai manifestasi. Kemerdekaan Indonesia kemudian menjadi
inspirasi negara-negara di Asia-Afrika untuk membebaskan diri dari kolonialisme
dan imperialisme. Apalagi ketika Indonesia mengadakan Konferensi Asia-Afrika
yang menegaskan posisinya sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok, Soekarno tampil
sebagai tokoh besar dalam sejarah.
Kisahnya banyak dihubungkan dengan
mitologis, padahal sebagai bagian sejarah seharusnya dilandasi fakta dan data.
Film ini berupaya menampilkan sisi-sisi kehidupan bapak Proklamator dengan cara
seobyektif mungkin.
Film yang menceritakan semangat
nasionalisme ini diawali dengan mengajak penonton untuk berdiri dan menyanyikan
lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Hal ini semakin
mengingatkan kita sebagai bagian dari jati diri bangsa yang menghargai dan
mencintai bangsa Indonesia yang besar ini.
Film ini dibuat dengan urutan
kronologis beralur maju. Hanya sedikit di bagian awal film yang sempat flash-back
ke masa kecil Soekarno saat masih bernama Kusno, termasuk prosesi pergantian
namanya menjadi Soekarno. Untuk kemudian alurnya terus maju hingga ke akhir
film.
Cerita Soekarno dimulai ketika
Soekarno (Ario Bayu) bersama dengan istrinya, Inggrit Ganarsih (Maudy Koesnaedi),
dibuang oleh pihak Belanda ke Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dan ke
Provinsi Bengkulu akibat pledoinya tentang kemerdekaan Indonesia yang dikenal
dengan sebutan ‘Indonesia Menggugat’ dianggap mengancam keberadaan Belanda di
Indonesia. Di Bengkulu, Soekarno istirahat sejenak dari keriuhan dunia politik
dan menghabiskan waktunya dengan mengajar para pemuda di provinsi tersebut.
Meskipun telah memiliki istri, Soekarno tidak dapat menghindarkan hatinya dari
rasa suka terhadap salah satu muridnya, Fatmawati (Tika Bravani). Hal ini jelas
kemudian menghasilkan kemelut dalam rumah tangga Soekarno dan istrinya. Di
tengah kemelut tersebut, Jepang kemudian berhasil menggeser posisi Belanda dan
menduduki tanah Indonesia. Oleh Jepang, Soekarno kemudian dibebaskan dari masa
pembuangannya. Ia lantas memilih untuk kembali ke dunia politik dan secara
perlahan menyusun rencana untuk mengejar kemerdekaan dari negara yang begitu
dicintainya.
Di saat ‘galau’ dengan masalah rumah tangganya,
terutama karena Inggit belum mampu memberikan anak, ekskalasi politik memanas.
Perang Dunia II mencapai Asia dengan masuknya Jepang ke dalam kancah perang
dengan membom pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii.
Jepang memberikan istilah sendiri untuk Perang Dunia II di teater Pasifik
sebagai “Perang Asia Timur Raya”. Kekuatan Jepang dengan cepat melumpuhkan satu
demi satu negara di Asia, terutama di Asia Timur dan Tenggara. Indonesia yang
waktu itu dikuasai Belanda ikut jatuh, menyusul kalahnya Amerika Serikat dan
Inggris di Singapura dan Filipina.
Pasukan Belanda pimpinan Letnan Kolonel Hoogeband yang
berpangkalan di Bengkulu sempat akan memindahkan Soekarno ke Jawa untuk
kemudian akan diungsikan ke Australia. Tapi terlambat karena Jepang keburu
mendarat. Terjadi kekacauan, perampokan dan penjarahan terutama terhadap
orang-orang Belanda dan keturunan Tionghoa. Beberapa petinggi tentara Belanda
di sana kemudian dieksekusi oleh tentara Jepang. Soekarno sendiri digambarkan
sempat menyelamatkan pedagang Tionghoa yang dirampok oleh tentara Jepang.
Berbeda dengan Belanda, Jepang bersikap baik kepada
Soekarno. Ia dibawa kembali ke Jawa. Tujuan Jepang adalah memanfaatkan Soekarno
untuk menarik hati rakyat agar mendukung program 3 A: Jepang Cahaya Asia,
Jepang Sahabat Asia, Jepang Pelindung Asia. Ini adalah program propaganda
perang negeri matahari terbit itu. Apalagi ia sempat diperbolehkan membentuk
PETA (PEmbela Tanah Air) dan PUTERA (PUsat TEnaga Rakyat), serta mengibarkan
bendera merah-putih dan menyanyikan Indonesia Raya di seluruh Jawa. Tapi,
Soekarno sedih karena Jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja
paksa romusha. Di film ini digambarkan bahwa foto Soekarno sedang menjadi
‘mandor’ memang sengaja dibuat Jepang sebagai alat propaganda.
Walau begitu, Soekarno merasa bisa memanfaatkan
situasi ini untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sutan Sjahrir keras
menolak, untung ada Mohammad Hatta yang bijak menjadi penengah. Akhirnya
disepakati dua jalan, Soekarno dan Hatta mencari peluang kooperasi dengan
pemerintah Dai Nippon, sedangkan Sutan Sjahrir memimpin kelompok pemuda berada
di garis keras.
Di tengah situasi genting, Soekarno mengalami masalah
rumah tangga. Ia ingin menikahi Fatmawati, tapi tidak mau menceraikan Inggit.
Masalahnya, Inggit tidak mau dimadu dan Fatmawati sudah dilamar orang lain.
Akhirnya, Inggit mengalah dan meminta diceraikan. Soekarno pun menikahi
Fatmawati dan tak lama kemudian istrinya itu hamil. Soekarno pun tak lama
kemudian digembirakan dengan lahirnya putra pertamanya, yang diberi nama Guntur
Soekarnoputra.
Tanpa diduga, Amerika Serikat yang gusar pada
kekalahan di Pearl Harbour menggunakan jalan pintas yang kejam untuk mengakhiri
perang: menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah kalah.
Siaran radio luar negeri yang dilarang berhasil didengarkan oleh beberapa
tokoh, terutama Sjahrir. Ia membujuk Soekarno dan Hatta agar mengabaikan janji
kemerdekaan dari Jepang, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 Agustus
1945. Soekarno yang sempat diberikan penghargaan langsung oleh Kaisar Jepang
Hirohito –yang bahkan rela turun dari singgasana untuk menyalami Soekarno,
suatu hal yang amat sangat langka karena ia dianggap dewa di negerinya- masih
mempercayai Jepang.
Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh ‘tua’
masih mempertimbangkan beberapa hal, kelompok pemuda bergerak. Mereka menculik
Soekarno, Hatta dan Fatmawati ke Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945. Sjahrir
terkejut dan marah. Meski berbeda pendapat dengan Soekarno-Hatta, ia menyatakan
kedua tokoh itu sangat penting bagi pergerakan kemerdekaan. “Dua-tiga Sjahrir
pun tak akan bisa menggantikan Soekarno!” katanya. Ia pun mendesak para pemuda
untuk mengembalikan keduanya ke Jakarta.
Sesampai di Jakarta, Laksamana Tadashi Maeda
melaksanakan janji samurainya setelah dalam pertemuan sebelumnya sempat
disindir Hatta. Ia meminjamkan rumahnya sebagai tempat merumuskan naskah
proklamasi. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan sudah dikumpulkan sebelumnya dan
menyambut Soekarno-Hatta saat tiba di rumah Maeda. Akhirnya, diputuskan tiga
orang untuk menyusun naskah proklamasi: Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo
Ketika naskah itu selesai ditulis tangan, Sayuti Melik
ditugaskan mengetiknya. Suasana tegang terasa, terutama karena kuatir tentara
Jepang akan ikut campur. Tapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman. Esok
paginya, Hatta pulang dulu untuk sahur, mandi dan berganti pakaian. Dalam film
tidak digambarkan, tapi saat itu bulan Ramadhan. Soekarno yang kelelahan demam.
Ia diperiksa dr. Soeharto. Tapi saat Bodancho PETA Latief Hendraningrat melapor
semua sudah siap, Soekarno menolak membacakan proklamasi tanpa Hatta. Ketika
akhirnya Hatta datang, acara pun dimulai dengan sambutan singkat dari Soekarno
yang dilanjutkan pembacaan naskah proklamasi dan pengibaran bendera Sang Saka
Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya. Beberapa malam sebelumnya, Fatmawati
yang sedang mengandung menjahit sendiri dengan tangan bendera pusaka itu.
Bendera nasional pertama yang dikibarkan di era Indonesia merdeka.
Kemerdekaan Indonesia disambut, peran Soekarno terus
berlanjut. Dan bangsa ini terus memantapkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa
lain di dunia. Soekarno akan selamanya dikenang sebagai Bapak Bangsa yang telah
membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya.
#SemogaBermanfaat
Selasa, 24 Maret 2015
Istikharah ^^)
Solat ini dilakukan untuk mendapatkan petunjuk, terutama
bila seseorang dalam keraguan memutuskan mana yang terbaik diantara dua perkara
yang diragukan.
Jika timbul keraguan dalam hati untuk memilih atau mengambil
keputusan dalam sesuatu perkara.
contohnya: apakah aku harus menolak atau
menerima? Keraguan makin terasa, keputusan tidak dapat dipastikan setelah
melihat masing-masing ada kelebihan dan keburukannya.
Oleh yang demikian, hendaklah menyerahkan pada Yang Maha
Kuasa untuk memilihnya. Sebelum seseorang mengambil keputusan ia dianjurkan
solat istikharah dua rakaat.
Dengan mengharapkan agar ditunjukkan Allah untuk mendapatkan
pilihan yang terbaik. Jika keraguan masih mempengaruhi fikiran untuk menentukan
pilihan, ulangilah solat istikharah dan membaca doanya, walaupun pengulangan
sampai 7 kali berturut-turut.
Selepas itu, bertawakkal kepada Allah, pilihlah salah satu daripadanya, ambillah yang mana arah ‘hati’ lebih cenderung setelah berdoa. Jangan menimbulkan lagi keraguan, yakinlah bahawa itu adalah pilihan terbaik dari yang Maha Kuasa.
Selepas itu, bertawakkal kepada Allah, pilihlah salah satu daripadanya, ambillah yang mana arah ‘hati’ lebih cenderung setelah berdoa. Jangan menimbulkan lagi keraguan, yakinlah bahawa itu adalah pilihan terbaik dari yang Maha Kuasa.
Jangan merasa kecewa andai ternyata dalam keputusan yang dipilih menimbulkan keinginan yang tidak disukai. Ingatlah bahawa ini adalah yang telah digariskan pada azali yang tidak dapat dielakkan, besar kemungkinan mengandungi hikmah, membawa kebaikan dimasa akan datang, hendaklah tetap mempunyai husnuz-zan kepada Allah.
Tata Cara Shalat Istikharah
Tata cara solat istikharah lebih kurang sama dengan solat
subuh, Hanya niatnya saja yang berlainan, yaitu berniat solat istikharah.
dilaksanakan sebelum tidur ataupun setelah bangun tidur. Sangat baik dilakukan
sesudah lewat tengah malam disaat sunyi, supaya hati lebih khusyuk dalam
mengemukakan permohonan kepada Allah. Solat ini sangat peribadi sifatnya.hihi..
Sebab itu harus dikerjakan sendirian. Solat ini tidak
memakai azan atau iqamah :)
1. Lafaz niat Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini
Lillahi Ta’aala
Sengaja Aku
sembahyang sunnat istikharah 2 rakat tunai kerana Allah Ta’ala
2. Rakaat pertama Baca surah Al-fatihah dan surah Al-kafirun
3. Rakaat kedua Baca surah Al-fatihah dan surah Al-ikhlas
Selepas salam, bacalah doa yang disarankan dalam istikharah.
Dalam berdoa sebaiknya menyebutkan permintaan yang ingin
diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t. misalnya: “Ya Allah, jika hal
ini….(sebutkan namanya)”
Doa istikharah
Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka
biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru,
wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub.Allaahumma inkunta ta’lamu
anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii,
‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi.
Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa
‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur
liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in
qadiir
Artinya :)
“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam
pengetahuanMu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kudratMu, aku
mengharapkan kurniaMu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hambaMu yang
dhaif. Engkau Maha Tahu dan aku adalah hambaMu yang jahil. Engkau Maha
Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi.
Ya Allah, jika hal ini (***) dalam pengetahuanMu adalah baik
bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang,
takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.
Tetapi jika dalam ilmuMu hal ini (***) akan membawa bencana
bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang
ataupun pada masa akan datang, jauhkanlah ia daripadaku dan jauhkanlah aku
daripadanya. Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas setiap sesuatu.”
SELAMAT SHALAT Istikharah kawan !
#HijrahCinta
Sabtu, 21 Maret 2015
Guru Sebagai Pendidik Profesional
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Guru
merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Orang yang
pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai
guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru
yang profesional harus menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran.
Tugas dan peran guru tidakalah terbatasi dalam masyarakat, bahkan guru pada
hakekatnya guru merupakan komponen strategis yang memilih peran penting dalam
menentukan gerak maju kehidupan bangsa.
Dalam
dunia pendidikan guru mempunyai peranan yang sangat
penting dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Profesi guru
mempunyai tugas sebagai fasilitator dan komunikator untuk mendidik, mengajar
dan melatih anak didiknya.
Berkenaan
dengan urgensi tugas guru profesional tersebut, perlu disusun sebuah makalah
yang mampu menjadi wahana bagi guru untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, dan
konsep keilmuan berkenaan dengan guru profesional sebagai fasilitator dan
komunikator baik secara teoritis maupun secara praktis. Oleh sebab itu, penulis
menulis sebuah makalah yang bertajuk “Guru Profesional sebagai Fasilitator dan
Komunikator.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang diatas kiranya layak rasanya penulis mengangkat beberapa
rumusan masalah sebagai berikut:
1. apakah yang dimaksud dengan guru
profesional?
2. bagaimana karakter guru profesional?
3. apa yang dimaksud dengan guru profesional
sebagai fasilitator?
4. apa yang dimaksud dengan guru profesional
sebagai komunikator?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Sejalan
dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk
mengetahui dan mendeskripsikan:
1. pengertian guru profesional;
2. karakter guru profesional;
3. guru profesional sebagai fasilitator;
4. guru profesional sebagai komunikator.
D. Kegunaan Makalah
Makalah
ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoriris maupun
secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep
guru profesional sebagai fasilitator dan komunikator. Secara praktis makalah
ini diharapkan bermanfaat bagi.
1. Penulis, sebagai wahana penambah
pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang konsep guru profesional
sebagai fasilitator dan komunikator;
2. Pembaca/guru, sebagai media informasi
tentang guru profesional sebagai fasilitator dan komunikator baik secara
teoritis maupun secara praktis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Guru Profesional
Dalam
bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas
utamanya adalah: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,
dan mengevaluasi peserta didik. Guru juga dapat diartikan dengan digugu dan
ditiru setiap ucapan, tindakan ataupun tingkah lakunya sebagai suatu pedoman
atau penuntun pada setiap peserta didik baik dilingkungan sekolah ataupun
lingkungan keluarga dan juga masyarakat.
Profesional
adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan
kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi
standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Guru
profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab, rasa
kesejawatan dan piawai dalam melaksanakan profesinya.
Sebagai
guru profesional , guru berkewajiban untuk terus mempertahankan
profesionalitasnya sebagai guru. Pembinaan profesi guru secara terus menerus
(continuous profesional development) menggunakan wadah guru yang sudah ada,
yaitu Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk tingkat SD dan Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) untuk tingkat sekolah menengah. Aktifitas guru di KKG/MGMP
tidak saja untuk menyelesaikan persoalan pengajaran yang dialami guru dan
berbagi pengalaman mengajar antar guru, tetapi dengan strategi mengembangkan
kontak akademik dan melakukan refleksi diri.
B. Karakter Guru Profesional
Untuk
menjadi guru yang profesional tentulah harus memiliki karakter sebagai berikut.
1. Memiliki kadar pengetahuan yang maju di
mata pelajaran spesialisasinya.
2. Berpengalaman mengajar (paling sedikit
tiga tahun).
3. Ucapannya jelas.
4. Antusias.
5. Peduli.
6. Ceria dan santai.
7. Siap bekerja sama dengan guru lain maupun
orang tua siswa.
8. Berniat memperbaiki kecakapan mengajarnya
dan memajukan pendidikannya.
9. Kelasnya secara struktural teratur baik
untuk memaksimalkan waktu mengajar.
10. Menjaga waktu transisi antar kegiatan
sesedikit mungkin.
11. Masuk kelas dalam keadaan siap.
12. Dorongan positif.
13. Memonitor dan menangani gangguan di kelas.
14. Mendisiplinkan siswa secara adil dan wajar
15. Menyampaikan harapan akademik yang tinggi.
16. Menunjukkan suatu tingkat perencanaan dan
organisasi yang tinggi.
C. Guru Profesional sebagai Fasilitator
Fasilitator
adalah istilah Inggris yang telah di Indonesia kan. Fasilitator bermakna bahwa
guru juga harus berfungsi sebagai pemberi fasilitas atau melakukan fasilitasi.
Guru menjadi jembatan yang baik di depan para siswanya. Dalam fungsinya ini
guru lebih banyak melakukan sharing belajar, atau bisa disebut belajar bersama.
Ketika guru menyampaikan kompetensi dasar sebuah mata pelajaran, ia tidak akan
mengeksplorasi pelajaran itu, ia hanya memancing pengetahuan yang ia yakin
telah diketahui oleh para siswanya. Kumpulan- kumpulan pengetahuan itu ketika
dicakupkan akan menjadi sistematika pengetahuan yang luar biasa.
Dalam
hal ini murid tidak dipandang sebagai semata objek pembelajaran, tetapi ia
adalah subjek pembelajaran itu sendiri, dan bahkan guru harus siap terbuka
untuk mengalami pembelajaran bersama.
Guru
sebagai Fasilitator, yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani
peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya. Guru Sebagai Fasilitator,
guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegitan
belajar anak didik, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Salah
satu fungsi dan tugas guru adalah sebagai seorang fasilitator. Untuk memenuhi
kriteria sebagai fasilitator, ada pendapat yang menyebutkan batasan-batasan
yang harus dimiliki guru tersebut. Batasan-batasan tersebut dijelaskan pada
poin-poin berikut.
Menurut
E.Mulyasa (2008) ada tujuh sikap yang harus dimiliki guru, seperti yang
diidentifikasi Rogers (dalam Knowles, 1984) berikut.
1.
Tidak berlebih mempertahankan pendapat dan keyakinannya atau kurang terbuka.
2.
Dapat lebih mendengarkan peserta didik, terutama tentang aspirasi dan
perasaannya.
3.
Mau dan mampu menerima ide peserta didik yang inovatif dan kreatif, bahkan yang
sulit
sekalipun.
4.
Lebih meningkatkan perhatiannya terhadap hubungan dengan peserta didik seperti
halnya
terhadap bahan pelajaran.
5. Dapat menerima komentar
balik (feedback), baik yang bersifat positif maupun
negatif,
dan menerimanya sebagai pandangan yang konstruktif terhadap diri dan
perilakunya.
6. Toleran terhadap
kesalahan yang diperbuat peserta didik selama proses
pembelajaran.
7.
Menghargai prestasi peserta didik, meskipun biasanya mereka sudah tahu prestasi
yang
dicapainya.
Selain sikap di
atas, setidaknya ada sembilan resep untuk diperhatikan dan diamalkan seorang
guru agar pembelajaran berhasil membedakan kapasitas intelektual anak didik.
Berikut resepnya.
1. Kurangi metode ceramah.
2. Berikan tugas yang berbeda bagi setiap
peserta didik.
3. Kelompokkan peserta didik berdasarkan
kemampuannya.
4. Perkaya bahan dari berbagai sumber aktual
dan menarik.
5. Hubungi spesialis bila ada peserta didik
yang mempunyai kelainan.
6. Gunakan prosedur yang bervariasi dalam
penilaian.
7. Pahami perkembangan peserta didik.
8. Kembangkan situasi belajar yang
memungkinkan setiap peserta didik bekerja dengan
kemampuan
masing-masing pada tiap pembelajaran.
9. Libatkan peserta didik dalam berbagai
kegiatan seoptimal mungkin.
Sementara itu,
untuk guru yang berhasil mengajar berdasarkan perbedaan tersebut, biasanya
memahami peserta didik melalui aktifitasnya. Adapun aktifitas/kegiatan tersebut
diantaranya sebagai berikut.
1. Mengobservasi peserta didik dalam
berbagai situasi, baik di kelas maupun di luar kelas.
2. Menyediakan waktu untuk mengadakan
pertemuan dengan peserta didik, sebelum,
selama
dan setelah pembelajaran.
3. Mencatat dan
mengecek seluruh pekerjaan peserta didik, dan memberikan tanggapan
yang
membangun.
4. Mempelajari catatan peserta didik yang
adequate (memadai).
5. Membuat tugas dan latihan untuk kelompok.
6. Memberikan kesempatan khusus bagi peserta
didik yang memiliki kemampuan yang
berbeda.
7. Memberikan penilaian secara adil dan
transparan.
Agar dapat
memenuhi kriteria-kriteria di atas, guru dituntut untuk memiliki berbagai
kompetensi, diantaranya sebagai berikut.
1. Menguasai dan memahami kompetensi dasar
dan hubungannya dengan kompetensi lain
dengan
baik.
2. Menyukai apa yang diajarkannya dan
menyukai mengajar sebagai suatu profesi.
3. Memahami pengalaman, kemampuan dan
prestasi peserta didik.
4. Menggunakan
metode yang bervariasi dalam mengajar dan membentuk kompetensi
peserta
didik.
5. Mengeliminasi
bahan-bahan yang kurang penting dan kurang berarti dalam kaitannya
dengan
pembentukan kompetensi.
6. Mengikuti perkembangan pengetahuan
mutakhir.
7. Menyiapkan proses pembelajaran.
8. Mendorong peserta didik untuk memperoleh
hasil yang lebih baik.
9. Menghubungkan pengalaman yang lalu dengan
kompetensi yang akan dikembangkan.
Kondisi seperti
ini menuntut seorang guru untuk senantiasa belajar meningkatkan kemampuan, siap
dan mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat, bahkan tidak menutup kemungkinan
untuk belajar dari peserta didiknya.
D. Guru Profesional sebagai Komunikator
Komunikasi
dalam bahasa Inggris adalah communication, berasal dari kata commonicatio atau
dari kata comunis yang berarti “sama” atau “sama maknanya”. Dengan kata lain
komunikasi memberi pengertian bersama dengan maksud mengubah pikiran, sikap,
perilaku, penerima dan melakukan yang diinginkan oleh komunikator. Komunikasi
berarti penyampaian informasi, gagasan, pikiran, perasaan, keahlian dari
komunikator kepada komunikan untuk mempengaruhi pikiran komunikan dan
mendapatkan tanggapan balik sebagai feedback bagi komunikator. Sehingga
komunikator dapat mengukur berhasil atau tidaknya pesan yang di sampaikan
kepada komunikan.
Komunikasi
mendapatkan tempat strategis dalam dunia pendidikan. Pendidikan adalah
komunikasi dalam arti kata bahwa dalam proses tersebut terlibat dua komponen
yang terdiri dari guru sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan. Tujuan
pendidikan akan tercapai jika prosesnya komunikatif.
Pada
umumnya pembelajaran berlangsung secara berencana di dalam kelas secara tatap
muka (face to face) dan kelompoknya relatif kecil. Meskipun komunikasi antara siswa
dan guru dalam ruang kelas itu termasuk komunikasi kelompok, guru sewaktu-waktu
bisa mengubahnya menjadi komunikasi antarpersonal. Terjadilah komunikasi dua
arah atau dialog dimana siswa menjadi komunikan dan komunikator. Mengingat
pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya
memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan
memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar, maka pembelajaran dapat melibatkan
dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator.
Guru
merupakan sumber utama dalam menentukan kesuksesan belajar siswa. Faham atau
tidaknya siswa tergantung bagaimana guru menjelaskan. Menarik atau tidaknya
pembelajaran juga tergantung guru dalam mendesain pembelajaran dan mengkondisikan
suasana.
Guru
sebagai komunikator dituntut mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik
agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal dan memberikan kesan yang
baik kepada siswa. Untuk itu, seorang guru harus mengetahui kebutuhan,
karakteristik, minat, serta hobi anak didiknya yang menjadi pihak komunikan.
Komunikasi dan performa guru menjadi titik pusat perhatian siswa dalam belajar.
Siswa akan senang belajar jika guru mampu mengemas dan mendesain komunikasi
pembelajaran dengan sebaik-baiknya, walaupun hakekatnya siswa kurang suka
terhadap materi yang disampaikan guru. Begitu pula sebaliknya, apabila guru
tidak peka dan tidak mampu mengkomunikasikan dengan baik, maka siswa dipastikan
akan kurang berminat untuk belajar walaupun sebenarnya siswa menyukai terhadap
materi pembelajaranya.
Di
dalam komunikasi pembelajaran, tatap muka seorang guru mempunyai peran yang
sangat penting di dalam kelas yaitu peran mengoptimalkan kegiatan belajar. Ada
tiga kemampuan esensial yang harus dimiliki guru agar peran tersebut
terealisasi, yaitu kemampuan merencanakan kegiatan, kemampuan melaksanakan
kegiatan dan kemampuan mengadakan komunikasi. Ketiga kemampuan ini disebut
generic essensial. Ketiga kemampuan ini sama pentingnya, karena setiap guru
tidak hanya mampu merencanakan sesuai rancangan, tetapi harus terampil
melaksanakan kegiatan belajar dan terampil menciptakan iklim yang komunikatif
dalam kegiatan pembelajaran.
Iklim
komunikatif yang baik dalam hubungan interpersonal antara guru dengan guru,
guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa merupakan kondisi yang memungkinkan
berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif, karena setiap personal
diberi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan di dalam kelas sesuai dengan
kemampuan masing-masing. Sehingga timbul situasi sosial dan emosional yang
menyenangkan pada tiap personal, baik guru maupun siswa dalam melaksanakan
tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam
menciptakan iklim komunikatif guru hendaknya memperlakukan siswa sebagai
individu yang berbeda-beda, yang memerlukan pelayanan yang berbeda pula, karena
siswa mempunyai karakteristik yang unik, memiliki kemampuan yang berbeda, minat
yang berbeda, memerlukan kebebasan memilih yang sesuai dengan dirinya dan
merupakan pribadi yang aktif. Untuk itulah kemampuan berkomunikasi guru dalam
kegiatan pembelajaran sangat diperlukan.
Adapun
usaha guru dalam membantu mengembangkan sikap positif pada siswa misalnya
dengan menekankan kelebihan-kelebihan siswa bukan kelemahannya, menghindari
kecenderungan untuk membandingkan siswa dengan siswa lain dan pemberian
insentif yang tepat atas keberhasilan yang diraih siswa. Kemampuan guru untuk
bersikap luwes dan terbuka dalam kegiatan pembelajaran bisa dengan menunjukkan
sikap terbuka terhadap pendapat siswa dan orang lain, sikap responsif,
simpatik, menunjukkan sikap ramah, penuh pengertian dan sabar. Dengan
terjalinnya keterbukaan, masing-masing pihak merasa bebas bertindak, saling
menjaga kejujuran dan saling berguna bagi pihak lain sehingga merasakan adanya
wahana tempat bertemunya kebutuhan mereka untuk dipenuhi secara bersama-sama.
Kemampuan
guru untuk tampil secara bergairah dan bersungguh-sungguh berkaitan dengan
penyampaian materi di kelas yang menampilkan kesan tentang penguasaan materi
yang menyenangkan. Karena sesuatu yang energik, antusias, dan bersemangat
memiliki relevansi dengan hasil belajar. Perilaku guru yang seperti itu dalam
proses belajar mengajar akan menjadi dinamis, mempertinggi komunikasi antar
guru dengan siswa, menarik perhatian siswa dan menolong penerimaan materi
pelajaran.
Kemampuan
guru untuk mengelola interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran berhubungan
dengan komunikasi antara siswa, usaha guru dalam menangani kesulitan siswa dan
siswa yang mengganggu serta mempertahankan tingkah laku siswa yang baik. Agar
semua siswa dapat berpartisipasi dan berinteraksi secara optimal, guru
mengelola interaksi tidak hanya searah saja yaitu dari guru ke siswa atau dua
arah dari guru ke siswa dan sebaliknya, melainkan diupayakan adanya interaksi
multi arah yaitu dari guru ke siswa, dari siswa ke guru dan dari siswa ke
siswa. Jadi semua kemampuan guru di atas mengarah pada penciptaan iklim
komunikatif yang merupakan wahana atau sarana bagi tercapainya tujuan
pembelajaran yang optimal.
BAB
III
PENUTUP
A. Simpulan
Guru
profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab, rasa
kesejawatan dan piawai dalam melaksanakan profesinya.
Karakter
guru profesional itu diantaranya, mempunyai pengetahuan yang tinggi pada mata
pelajaran spesialisnya, berpengalaman dalam mengajar, selalu ceria dan santai
dalam membawakan pelajaran, ucapannya jelas dan antusias.
Sebagai
fasilitator, guru bertugas menyediakan kemudahan-kemudahan belajar bagi siswa,
seperti memberikan informasi tentang cara belajar yang efektif, menyediakan
buku sumber yang cocok, memberikan pengarahan dalam pemecahan masalah dan
pengembangan diri peserta didik.
Sebagai
komunikator, guru bertugas mengomunikasikan murid dengan berbagai sumber
belajar. Pekerjaannya antara lain memberikan informasi tentang buku sumber yang
digunakan, tempat belajar yang kondusif, bahkan mungkin sampai menginformasikan
narasumber lain yang ditugasi jika diperlukan.
B. Saran
Sejalan
dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.
1.
Guru hendaknya
menguasai konsep fasilitator dan komunikator untuk
mengembangkan profesionalismenya.
2.
Guru hendaknya
menerapkan fasilitator dan komunikator
dalam pembelajaran
sehari-hari.
DAFTAR
PUSTAKA
Daryanto (2013)
bagaimana guru profesional itu?. [Online]. Tersedia:
http://www.m-edukasi.web.id/2013/03/bagaimana-guru-profesional-itu.html. [29
0ktober 2013].
Dimas, S. (2012)
Definisi Guru. [Online]. Tersedia: Definisimu.Blogspot.Com. [3 October 2013].
Jasmine.student.umm.ac.id.
[3 October 2013].
PP No. 74 Tahun
2008 tentang Guru
Sunarto,
antasura.blogspot.com/2010/10/pemanfaatan-media-pembelajaran.html
Usman, U. (1994)
Menjadi guru professional. Bandung : Remaja Rosdakarya Offser
www.psychologymania.com.
[3 October 2013]
Langganan:
Postingan (Atom)




